Sedikit Info Seputar
Ahok Akan Tetap Digaji Negara karena Ajukan Surat Pendunduran Diri dari Jabatan Gubernur
Terbaru 2017
- Hay gaes kali ini team Apk Games Free Download , kali ini akan membahas artikel dengan judul Ahok Akan Tetap Digaji Negara karena Ajukan Surat Pendunduran Diri dari Jabatan Gubernur, kami selaku Team Apk Games Free Download telah mempersiapkan artikel ini untuk sobat sobat yang menyukai Apk Games Free Download . semoga isi postingan tentang
Artikel Berita,
Artikel Islam,
Artikel Kabar,
Artikel Muslim,
Artikel Terkini, yang saya posting kali ini dapat dipahami dengan mudah serta memberi manfa'at bagi kalian semua, walaupun tidak sempurna setidaknya artikel kami memberi sedikit informasi kepada kalian semua. ok langsung simak aja sob
Judul:
Berbagi Info Seputar
Ahok Akan Tetap Digaji Negara karena Ajukan Surat Pendunduran Diri dari Jabatan Gubernur
Terbaru
link: Ahok Akan Tetap Digaji Negara karena Ajukan Surat Pendunduran Diri dari Jabatan Gubernur
Berbagi Artikel Tentang Ahok Akan Tetap Digaji Negara karena Ajukan Surat Pendunduran Diri dari Jabatan Gubernur Terbaru dan Terlengkap 2017
Meski Sebagai Penista Agama, Ahok Tetap Mendapat Uang Pensiun
Yes Muslim - Walaupun terbukti salah dan menyandang status terpidana penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap diberikan uang oleh negara dalam bentuk uang pensiun.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (26/5).
Menurut Sumarsono, Ahok berhak memperoleh uang pensiun karena mengundurkan diri. Itu artinya, kata Sumarsono, Ahok berhenti dengan hormat.
"Kalau mengundurkan diri, SK keluar dan diberhentikan dengan hormat ya dapat (dana pensiun). Tapi pensiun kan sebagai kepala daerah, kecil itu, enggak besar, enggak sampai Rp 10 juta (per bulan)," kata Sumarsono.
Menurut Sumarsono, akan berbeda kasusnya jika Ahok terlibat dalam kasus korupsi ataupun terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau kasus OTT korupsi itu pemberhentian tidak hormat," ujar Sumarsono. (rmol)